Seminar Internasional

Senin, 29 September 2025
Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Bapak Ahmad Hulaimi, MA, menjadi salah satu pemateri pada Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, bekerjasama dengan Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam (ADPISI).

Seminar yang berlangsung secara daring ini mengusung tema besar:
“Kurikulum CINTA dan Pendidikan Holistik: Upaya Mewujudkan Generasi Emas Islami 2045”
(Love Based Curriculum and Holistic Education: Effort to Realize the Islamic Golden Generation 2045).

Acara dibagi menjadi lima sesi pemaparan:

  1. Sesi I & II – Dr. Hajah Sri Rahayu dan Prof. Dr. Hamlan, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UIN Datokarama Palu).

  2. Sesi III – Prof. Dr. H. Saepudin Mashuri, M.Pd.I (Dekan FTIK UIN Datokarama Palu) dengan tema “Kurikulum Cinta Perspektif Multikulturalisme dan Moderasi Beragama”.

  3. Sesi IV – Muhammad Amin Qodri Syahnaidi, M.Pd (Dosen UIN Jambi) dengan tema “Integrasi Spiritualitas, Akhlak, dan Ilmu Pengetahuan dalam Pendidikan Holistik”.

  4. Sesi V – Ahmad Hulaimi, MA (Kandidat Doktor Pendidikan Agama Islam, Dosen IAI Hamzanwadi Pancor, sekaligus Ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAI Hamzanwadi Pancor) dengan tema “Peran Guru PAI sebagai Agen Cinta dan Transformasi Sosial”.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran para akademisi dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul. Pemerintah memang telah melakukan berbagai kebijakan dan terobosan baru dalam dunia pendidikan, namun masih banyak yang bersifat permukaan dan sebatas istilah. Karena itu, seminar internasional ini menjadi wadah akademik untuk membedah konsep kurikulum secara komprehensif, sehingga tidak hanya dipahami setengah-setengah, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dan efektif.

Sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAI Hamzanwadi Pancor, Ahmad Hulaimi menegaskan antusiasme dan komitmen lembaga untuk terus berkontribusi dalam menjaga mutu pendidikan. Keterlibatan pada seminar ini menjadi bagian dari tanggung jawab akademisi dalam memastikan perubahan kurikulum benar-benar mengarah pada terwujudnya Generasi Emas Islami 2045.